Sabtu, 30 Maret 2013

PENGANTAR

PENGANTAR

Dengan mengucapkan puji syukur atas kehadirat Allah SWT. yang telah memberikan nikmat kesehatan, kekuatan baik lahir maupun batin, sehingga penulis tergerak keinginan untuk berbagi dengan sesama guru yang senasib seperjuangan dalam menggapai cita-cita. Perjuangan dan doa merupakan dua hal yang amat penting bagi kehidupan kita. Tanpa perjuangan sama dengan menyia-nyiakan waktu dan kesempatan dan tanpa doa sama dengan mengabaikan makna hidup yang sesungguhnya. Dua usaha ini harus kita laksanakan dengan ikhlas, sebab perjuangan memerlukan pengorbanan dan doa untuk menguatkan iman dan melatih kesabaran. Supaya tidak goyah, kedua prinsip ini harus kita tanamkan dan kita laksanakan dengan seikhlas-ikhlasnya, mudah-mudahan cita-cita yang didambakan akan tercapai.

Saudara-Saudaraku......penulis bermaksud ingin menyampaikan sesuatu hal yang sangat penting untuk diketahui, disadari, dicermati, dan dinilai. Perjuangan dan pengabdian seorang guru terhadap bangsa ini tidak bisa diukur dengan uang, tapi kesejahteran hidup seorang guru masih jauh dari harapan. Bangsa ini ada karena ada guru. Anak bangsa jadi pintar, cerdas, dan berakhlak, karena dididik oleh guru. Dengan kecerdasan yang dimiliki, Ia dapat membangun dirinya sendiri dan membangun bangsa ini menjadi bangsa yang maju, negeri yang makmur, bermartabat, dan mampu bersaing dengan bangsa-bangsa lain.

Sebagai guru kita punya rumah. Rumah adalah kediaman, tempat orang-orang berkumpul, bersilaturahmi, bertukar pikiran dan pengalaman, berlindung, dll. Rumah diumpamakan sebuah kapal  dengan nakhodanya yang sedang berlayar di tengah samudra.

Tidak ada komentar:

Posting Komentar